www.linghauviral.my.id

Tak Ingin Menunggu Tangis di Jalan Raya,Kapolsek Bts Ulu Cecar Pilih Memegang Sekop Demi Menyelamatkan Nyawa Warga

Tak Ingin Menunggu Rakyat Mengisi di Jalan Kapolsek Bts Ulu Cecar  Pilih Memegang Sekop Demi Menyelamatkan Nyawa Warga

Akp Pauzan Aziman SH
MUSI RAWAS – Jalan berlubang kerap dianggap persoalan sepele. Namun bagi mereka yang setiap hari melintas, satu lubang bisa menjadi awal petaka. Satu kelalaian bisa berujung duka. Itulah yang disadari betul oleh jajaran Polsek BTS Ulu Polres Musi Rawas, yang memilih bertindak cepat sebelum korban benar-benar berjatuhan.
Berangkat dari laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak dan berlubang yang dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, Polsek BTS Ulu menunjukkan respon cepat (quick response) yang patut diapresiasi. Tanpa banyak rapat dan tanpa menunggu instruksi berjenjang, aparat kepolisian langsung turun ke lapangan pada Selasa hingga Rabu (20–21 Januari 2026).
Dipimpin langsung oleh Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, S.H., bersama seluruh personel, mereka mendatangi lokasi jalan rusak di Jalan Lintas Kabupaten Musi Rawas–PALI, tepatnya di Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dipadati kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk bertonase besar.
Lubang-lubang menganga di badan jalan menjadi ancaman nyata, terutama bagi pengendara sepeda motor di malam hari atau saat hujan turun. Kesalahan kecil, sedikit lengah, bisa berujung kecelakaan fatal. Kesadaran inilah yang mendorong polisi untuk tidak hanya datang, melihat, lalu pergi.
Perbaikan jalan cicar menuju pali
Dengan peralatan seadanya dan penuh rasa tanggung jawab, Kapolsek bersama personel langsung melakukan perbaikan darurat. Batu split ditaburkan, lubang ditimbun, jalan diratakan—bukan oleh pekerja proyek, tetapi oleh polisi yang selama ini dikenal menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolsek bersama personil
Di bawah terik matahari dan debu jalanan, para personel tampak bahu-membahu. Tidak ada sekat pangkat, tidak ada jarak komando. Yang ada hanyalah satu niat: mencegah kecelakaan dan melindungi masyarakat.
Berapa banyak lubang di perbaiki 
“Ini memang bukan solusi permanen, tapi setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan. Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban luka, apalagi korban jiwa,” ujar AKP Fauzan Aziman dengan nada tegas namun penuh empati.
Aksi tersebut pun mengundang perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Beberapa pengendara memperlambat laju kendaraan, sebagian berhenti sejenak, menyaksikan polisi yang rela mengotori seragam demi keselamatan orang lain. Tak sedikit warga yang mengaku terharu melihat kepedulian aparat kepolisian.
Bagi masyarakat Desa Tambangan dan para pengguna Jalan Lintas Musi Rawas–PALI, langkah ini bukan sekadar penimbunan lubang jalan. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat, bahwa polisi benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Tindakan cepat Polsek BTS Ulu menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak selalu menunggu proyek besar atau anggaran tinggi. Kadang, ia hadir dari kepekaan, keberanian bertindak, dan ketulusan hati.
Di jalan yang berlubang itu, Polsek BTS Ulu tidak hanya menaburkan batu split. Mereka menaburkan harapan, rasa aman, dan keyakinan bahwa kepedulian masih hidup.(Edison)
Karena bagi mereka, satu nyawa warga jauh lebih berharga daripada sekadar menunggu birokrasi berjalan.
Hak Cipta © linggauviral.my.id
Dimuat oleh Linggauviral.my.id dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dilarang keras mengutip, menyalin, memperbanyak, atau mempublikasikan ulang tanpa izin tertulis dari Redaksi LinggauViral. Sesuai Pasal 113 UU No. 28 Tahun 2014, pelanggar dapat dikenakan pidana penjara hingga 4 tahun dan/atau denda maksimal Rp1.000.000.000.

BAGIKAN BERITA INI KE:

WhatsApp Facebook
WhatsApp Facebook