www.linghauviral.my.id

SKANDAL SENYAP RSUD SITI AISYAH: PROYEK Rp12 MILIAR DISOROT, TEMUAN LAPANGAN BERTAMBAH, PEJABAT MASIH BUNGKAM

 

linggauviral.my.id | LUBUKLINGGAU – Sorotan terhadap proyek revitalisasi Gedung Rawat Inap RSUD Siti Aisyah terus bergulir. Selain dugaan ketidakwajaran anggaran pada sejumlah item pengadaan, hasil penelusuran lapangan terbaru menunjukkan adanya beberapa pekerjaan fisik yang telah dilaksanakan, namun juga memunculkan pertanyaan baru terkait kelengkapan fasilitas.

(Sumber & investigasi lapangan: linggauviral.my.id)

Berdasarkan dokumentasi di lokasi, terlihat bahwa pekerjaan pemasangan plafon telah dilakukan di hampir seluruh area, khususnya di ruang Al-Mulk serta pada bagian pelataran atau koridor (kaki lima) gedung. Plafon berbahan PVC terpasang rapi mengikuti struktur bangunan, termasuk di area luar yang digunakan sebagai jalur aktivitas pengunjung dan petugas.

Selain itu, dalam setiap ruangan juga ditemukan adanya pekerjaan pengecatan dinding yang tampak baru, serta pembaruan atau pengecatan ulang pada pintu-pintu ruangan. Termasuk di dalamnya pintu kamar mandi (WC) yang juga terlihat telah mengalami perbaikan atau pembaruan tampilan.

(Dokumentasi visual: linggauviral.my.id)

Namun di tengah pekerjaan fisik yang terlihat tersebut, muncul temuan lain yang justru menimbulkan pertanyaan. Dari hasil pemantauan di beberapa ruangan, tidak terlihat adanya pemasangan perangkat CCTV sebagai bagian dari fasilitas pendukung keamanan.

Padahal, pada bangunan layanan kesehatan dengan status rumah sakit, keberadaan CCTV menjadi salah satu elemen penting dalam menunjang pengawasan, keamanan pasien, serta kontrol aktivitas di dalam gedung.

(Catatan lapangan: linggauviral.my.id)

Ketidakterlihatan perangkat CCTV di sejumlah titik ini memunculkan pertanyaan: apakah memang tidak dianggarkan, belum dipasang, atau menjadi bagian dari komponen yang belum terealisasi?

Temuan lapangan ini memperkuat pentingnya dilakukan penelusuran menyeluruh, tidak hanya pada aspek dokumen anggaran, tetapi juga pada realisasi fisik pekerjaan di lapangan.

Sebelumnya, linggauviral.my.id telah mengungkap dugaan selisih harga pada beberapa item pengadaan seperti AC, ranjang pasien, dan plafon PVC, dengan total potensi selisih sementara mencapai ratusan juta rupiah. Kini, dengan adanya tambahan temuan fisik di lapangan, perhatian publik semakin mengarah pada konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Pemberitaan ini juga telah beberapa kali ditayangkan oleh linggauviral.my.id. Namun hingga saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, , belum memberikan tanggapan resmi.

Hal serupa juga terjadi pada mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, , yang diketahui masih menandatangani dokumen berita acara proyek pada Desember 2025. Saat dikonfirmasi oleh awak media Linggauviral, yang bersangkutan juga belum memberikan respons.

(Konfirmasi & penelusuran: linggauviral.my.id)

Kondisi ini menimbulkan perhatian serius di tengah masyarakat, mengingat proyek yang dilaksanakan merupakan bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan yang seharusnya memenuhi standar kelayakan dan keamanan secara menyeluruh.

Sejumlah pihak kembali mendorong agar dilakukan audit investigatif oleh instansi berwenang guna memastikan kesesuaian antara anggaran, spesifikasi pekerjaan, dan realisasi di lapangan.

Hingga berita ini kembali ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Publik pun masih menunggu penjelasan terbuka atas temuan yang terus berkembang dalam proyek revitalisasi RSUD Siti Aisyah tersebut.
(Update: linggauviral.my.id)

WhatsApp Facebook