www.linghauviral.my.id

Pelantikan Kepsek Tak Kunjung Dilakukan, Dugaan Jual Beli Jabatan di Lubuklinggau Menguat


Lubuklinggau—Rencana pelantikan kepala sekolah yang sebelumnya digadang-gadang akan dilakukan sebelum April 2026 hingga kini belum juga terealisasi. Memasuki Mei 2026, pergantian maupun pelantikan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau masih menjadi tanda tanya.

Berdasarkan rekaman, investigasi di lapangan, serta keterangan dari narasumber yang dapat dipercaya yang diterima redaksi media Linggauviral.my.id, sejumlah kepala sekolah tingkat SMP Negeri di Kota Lubuklinggau mengaku pernah diminta menyerahkan sejumlah uang oleh oknum tertentu saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) kepala sekolah.

Salah satu narasumber menyebutkan, saat dirinya dipercaya menjadi PLT kepala sekolah SMP Negeri, ia diminta menyerahkan uang dalam jumlah puluhan juta rupiah. Menurut pengakuannya, saat itu terdapat beberapa PLT kepala sekolah SMP Negeri lain yang juga mengalami hal serupa.

Tidak hanya itu, sejumlah narasumber lainnya juga menyebut adanya dugaan praktik setoran dalam proses pelantikan kepala sekolah definitif, baik di tingkat SD Negeri maupun SMP Negeri di Kota Lubuklinggau.

Diketahui, terdapat puluhan SMP Negeri dan SD Negeri yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau. Besaran dugaan setoran disebut berbeda-beda, tergantung lokasi serta jumlah siswa di sekolah yang akan ditempati.

Menurut keterangan narasumber, sekolah yang dianggap strategis dan memiliki jumlah murid banyak disebut memiliki “tarif” lebih tinggi dibanding sekolah dengan jumlah siswa sedikit. Dugaan nilai setoran disebut mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, terutama untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa besar dan dianggap favorit.

Sementara itu, untuk tingkat SD Negeri, dugaan setoran juga disebut mencapai puluhan juta rupiah agar dapat dilantik menjadi kepala sekolah definitif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, , hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban maupun tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan tersebut.(***)


WhatsApp Facebook