LINGGAU VIRAL

Portal Berita Kritis Lubuklinggau

Jumat, 16 Januari 2026

Dituntut Rp50 Juta, Mahasiswa Galang Dana Bantu Sopir Insiden Gapura Roboh


Lubuklingga,linggaufakta -- Aksi solidaritas terhadap sopir mobil pengangkut kerupuk, Meo Tri Susanto, terus bergulir. Pada Jumat (16/01/2026), mahasiswa bersama masyarakat Kota Lubuklinggau menggelar aksi donasi penggalangan dana di Simpang RCA, Kota Lubuklinggau.

​Aksi ini bermula dari musibah yang menimpa Meo Tri Susanto setelah mobil bermuatan kerupuk yang ia kemudikan menyenggol gapura Kenanga II di Kota Lubuklinggau hingga roboh. Persoalan kemudian berkembang setelah muncul tuntutan ganti rugi sebesar Rp50 juta yang disampaikan oleh pihak tukang yang diduga utusan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

​Padahal, sejak awal kejadian, Meo Tri Susanto telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab dengan memperbaiki gapura tersebut hingga kembali berdiri dan berfungsi seperti semula. Namun kesediaan tersebut tidak direspons secara proporsional, justru diikuti tuntutan nominal yang dinilai memberatkan dan tidak memiliki dasar perhitungan yang jelas.

​Pengacara Meo Tri Susanto, Abdul Aziz, S.H., yang memberikan pendampingan hukum secara sukarela (pro bono), menilai tuntutan tersebut tidak mencerminkan asas keadilan.

​“Klien kami tidak pernah menghindar dari tanggung jawab. Sejak awal ia siap memperbaiki gapura sampai seperti semula. Namun tuntutan ganti rugi Rp50 juta tanpa kejelasan dasar hukum dan teknis patut dipertanyakan,” tegas Abdul Aziz.


​Ia juga menekankan bahwa persoalan ini seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme hukum yang benar, bukan dengan tekanan sepihak terhadap sopir kecil yang bergantung pada kendaraannya untuk mencari nafkah.

​Dalam aksi donasi tersebut, mahasiswa dan masyarakat membawa spanduk solidaritas serta poster kemanusiaan sambil menggalang dana dari para pengguna jalan. Respons masyarakat cukup tinggi, menunjukkan kepedulian terhadap kondisi yang dialami Meo Tri Susanto.

​Ketua Koordinator Aksi, Yogi, menyebut aksi ini sebagai bentuk dukungan moral dan sosial.

​“Kami melihat ada ketimpangan. Saudara Meo siap bertanggung jawab, tetapi justru dibebani tuntutan besar. Karena itu kami bergerak menggalang solidaritas,” ujar Yogi.

​Meo Tri Susanto sendiri menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas dukungan yang diberikan.

​“Saya siap memperbaiki gapura itu sampai seperti semula. Terima kasih atas kepedulian mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

​Aksi donasi berlangsung tertib dan kondusif. Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada Meo Tri Susanto untuk membantu kebutuhan keluarga serta meringankan beban ekonomi akibat persoalan yang kini tengah dihadapi.

​Gerakan solidaritas ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian persoalan hukum dan sosial harus tetap mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Pages

SoraTemplates

Best Free and Premium Blogger Templates Provider.

Buy This Template